Indonesia saat ini sedang berusaha memulihkan perekonomiannya di tengah gempuran inflasi dan resesi yang terjadi di semua negara, bahkan negara besar seperti Amerika dan Jepang juga ikut mengalami kemerosotan ekonomi. Salah satu usaha negara untuk mengatasi fenomena tersebut adalah dengan mengurangi anggaran subsidi di APBN. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat demi memperbaiki keuangan rumah tangganya?
Berdasarkan laman tempo.co, menurut International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia, Aidil Akbar Madjid, saat ini investasi lebih disarankan dibanding menabung di Bank, hal ini dikarenakan adanya resesi yang kemungkinan akan menggerus tabungan masyarakat di Bank seiring dengan tingginya inflasi. Aidil berpendapat bahwa instrumen yang tidak akan terkena dampak dari inflasi adalah emas, tanah, saham, bahkan kripto. Namun masyarakat juga harus paham dengan resikonya dan perlu meriset produk yang akan di investasikan karena investasi bersifat jangka panjang yang akan terasa tiga atau lima tahun kedepan.
BERITA
Selamat Hari Pramuka ke-65, 14 Agustus 2026
August 14, 2026
Beasiswa KIP-K Gelombang 3 Hingga 17 Agustus 2026
August 4, 2026
Lowongan Kerja Dosen STIE SBI
August 4, 2026

Beasiswa Gratis Kuliah Untuk Warga Sleman!
May 11, 2026

Beasiswa KIP-K 2026 Sudah Dibuka!
May 11, 2026

Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Hasil Audit Mutu Akademik (AMI)
March 2, 2026
