
Bangsa Indonesia merupakan bangsa bentukan yang tergabung melalui proses yang dalam dan panjang, sehingga dengan adanya faktor tersebut sejarah dapat mereproduksi jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia, bahkan proses tersebut telah dimulai sejak zaman kerajaan yang berdiri di atas bumi pertiwi kita. Sebelum nama Indonesia muncul pun rakyat Indonesia sudah memiliki angan-angan untuk menjadi satu, meski komunikasi pada saat itu cukup sulit untuk menyuarakan persatuan bangsa namun dengan gairahnya rakyat Indonesia berhasil mempertahankan bangsa dari tangan penjajah. Oleh karena itu pemuda Indonesia mendirikan perhimpunan-perhimpunan untuk mencapai sebuah tujuan yang sudah di angan-angankan sejak jauh-jauh hari.
Lalu bagaimana untuk pemuda dan pemudi di zaman milenial ini? Menurut Bapak Saifudin Zuhri, M.Si (Ketua STIE SBI Yogyakarta) menerangkan bahwa pelaku utama dari terbentuknya organisasi-organisasi yang muncul di Indonesia adalah pemuda, itulah tonggak estafet perjalanan bangsa yang berada di tangan pemuda. Sedangkan untuk zaman milenial saat ini dapat dilihat bahwa tidak ada lagi nasionalisme yang berbentuk fisik, maka dengan ini pemuda harus mengerti setiap konteks nasionalisme seperti persaingan dagang, persaingan pengaruh kebudayaan, dll yang kini menjadi dominan akibat adanya pengaruh globalisasi. Hal ini tentu menuntut pemuda untuk memiliki kemampuan untuk merespon topik itu dengan baik. Ditengah kecanggihan teknologi ini para pemuda Indonesia perlu menyadari bahwa kita hidup dan mati kita berada di bumi Indonesia ini sehingga kita perlu untuk mencintai produk dan budaya bangsa sendiri, kecintaan tersebut dapat di wujudkan dengan mempopulerkan budaya Indonesia di mata internasional.
Selain itu, dalam konteks mahasiswa SBI Bapak Saifudin Zuhri, M.Si juga menerangkan bahwa mahasiswa SBI belajar ilmu ekonomi dan bisnis dituntut untuk transformative bahwa asset yang kita miliki dapat di kalkulasi agar aset yang dipahami secara gaib bisa menjadi accountable. Mahasiswa SBI juga diwajibkan untuk tekun mempelajari ilmu modern seperti itu walaupun kita juga penting untuk mempelajari ilmu lokal supaya kita tidak terlalu menelan mentah-mentah ilmu-ilmu modern yang kita dapatkan.
BERITA

Beasiswa Gratis Kuliah Untuk Warga Sleman!
May 11, 2026

Beasiswa KIP-K 2026 Sudah Dibuka!
May 11, 2026

Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Hasil Audit Mutu Akademik (AMI)
March 2, 2026

Audit Mutu Internal (AMI) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SBI
March 2, 2026

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SBI Berhasil Mendapat Hibah PP-PTS 2025 Direktorat Jenderal Pendidikan
March 2, 2026

Peluang Mengejar Asa Melalui KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri STIE SBI Yogyakarta
June 26, 2023
