Prodi Akuntansi STIE SBI Yogyakarta Dorong Kurikulum Adaptif dan Berdampak melalui Analisis Kebutuhan dan Inovasi Metode Pembelajaran

Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) SBI Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Analisis Kebutuhan dan Kajian Inovasi Metode Pembelajaran dengan Kurikulum Adaptif dan Berdampak yang dilaksanakan pada Sabtu, 30 Agustus 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 1 STIE SBI Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran struktural STIE SBI Yogyakarta dan menjadi bagian penting dari upaya peninjauan kurikulum yang secara rutin dilakukan setiap empat tahun sekali, sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis STIE SBI. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan selalu selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta kebijakan terbaru di bidang pendidikan tinggi.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perubahan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional yang dikenal dengan “Diktisaintek Berdampak”. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada pengajaran dan publikasi ilmiah, tetapi juga harus menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi, pusat lahirnya inovasi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam kebijakan ini, terdapat tiga pilar utama, yaitu penguatan sumber daya manusia unggul, relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, serta inovasi dan kolaborasi.
Menjawab tantangan tersebut, Prodi Akuntansi STIE SBI Yogyakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang telah diterapkan. Kurikulum OBE menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan, sikap, dan kompetensi yang terukur serta sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Evaluasi kurikulum ini juga diselaraskan dengan regulasi terbaru, yaitu Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
Dalam prosesnya, kegiatan diawali dengan pemaparan dari Ketua Program Studi Akuntansi yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama jajaran struktural. Diskusi tersebut membahas hasil evaluasi kurikulum sebelumnya, kebutuhan kompetensi lulusan di era digital, serta hasil benchmarking dengan beberapa perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Akuntansi, baik di tingkat nasional maupun regional.
Hasil dari kegiatan ini menghasilkan perumusan profil lulusan Prodi Akuntansi periode 2025–2028 yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Profil lulusan tersebut meliputi akuntan keuangan, akuntan pajak, akuntan sektor publik, serta wirausaha. Penambahan profil lulusan wirausaha menjadi bentuk respons terhadap meningkatnya minat dan potensi lulusan Akuntansi STIE SBI yang mampu menciptakan dan mengembangkan usaha berbasis pengetahuan akuntansi dan teknologi.
Selain perumusan profil lulusan, kegiatan ini juga menghasilkan penguatan kurikulum melalui penambahan dan penyesuaian mata kuliah. Prodi Akuntansi STIE SBI memasukkan mata kuliah berbasis teknologi dan digital, seperti AI dan Bisnis serta Analisis Bisnis Digital, guna membekali mahasiswa dengan literasi teknologi, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap transformasi digital dalam dunia usaha dan industri. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya adaptif, tetapi juga siap menghadapi tantangan era ekonomi digital.
Tidak hanya pada aspek kurikulum, inovasi juga dilakukan pada metode pembelajaran. Prodi Akuntansi STIE SBI menerapkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, antara lain melalui project based learning yang dilaksanakan beberapa kali dalam satu semester, serta pembelajaran berbasis studi kasus aktual yang relevan dengan kondisi nyata di masyarakat. Melalui metode ini, mahasiswa didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan nyata.
Untuk menunjang proses pembelajaran yang inovatif tersebut, STIE SBI Yogyakarta juga menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran berbasis teknologi, seperti laboratorium akuntansi yang dilengkapi dengan perangkat lunak akuntansi, aplikasi pengolahan data, serta penggunaan smart screen di ruang kelas. Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pembelajaran berlangsung secara lebih interaktif, kolaboratif, dan efektif, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun hybrid.
Melalui penyelenggaraan kegiatan Analisis Kebutuhan dan Kajian Inovasi Metode Pembelajaran ini, STIE SBI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perubahan, berinovasi dalam pengelolaan pendidikan, serta menghasilkan lulusan Akuntansi yang unggul, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional.




